MUHAMMAD JUMANI, PAHLAWAN LITERASI PENDIRI TAMAN BACA BARAOI

Buku sering disebut sebagai jendela dunia, karena melalui halaman-halamannya kita bisa menjelajahi beragam pengetahuan, budaya, dan pengalaman tanpa batas. Namun, sayangnya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk membuka jendela ini. Terutama di daerah pedalaman, akses terhadap buku dan bahan bacaan sangat terbatas. 

Faktor geografis, infrastruktur, dan ekonomi menjadi hambatan besar bagi masyarakat di sana untuk menikmati manfaat membaca. Padahal, membaca buku bisa menjadi kunci membuka peluang dan meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersama-sama mencari solusi agar jendela dunia ini bisa terbuka untuk semua orang.

muhammad jumani taman baca baraoi
Gambar: Canva
Recreated by Benahpikiran


Muhammad Jumani, Pahlawan Literasi Pendiri Taman Baca Baraoi

Sebagai orang yang pernah tinggal di wilayah pedalaman Kalimantan, bahkan saya pernah mengajar beberapa bulan di beberapa sekolah pedalaman Kalimantan, saya paham betul bagaimana ketidakmudahan akses memutus harapan banyak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, termasuk mendapatkan akses dalam membaca buku. Maka tak heran banyak anak-anak pedalaman di Kalimantan masih sangat minim literasi. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan.

Berbicara soal keprihatinan akses terhadap buku bacaan, di tengah hutan lebat dan medan sulit di pedalaman Kalimantan, ada sosok inspiratif yang mengabdikan dirinya untuk membuka jendela dunia bagi masyarakat di sekitarnya untuk dapat bisa membaca buku. Ia berjuang memberikan kontribusi besar membangun harapan anak-anak dan masyarakat di pelosok negeri yang minim literasi.

Sosok inspiratif ini tumbuh besar di sebuah desa kecil di pedalaman Kalimantan, di mana buku dan bahan bacaan sangat sulit didapatkan. Anak-anak di desanya, termasuk dirinya saat kecil, hanya memiliki sedikit peluang untuk membaca dan belajar secara mandiri. Hal ini membuat ia merasa sedih sekaligus terpanggil untuk melakukan sesuatu yang bisa membantu generasi muda di desanya mendapatkan akses ilmu pengetahuan.

Muhammad Jumani pendiri taman baca baraoi
Gambar: Instagram Tbmbaraoi

Sosok inspiratif tersebut bernama Muhammad Jumani, seorang guru SMA di Desa Tumbang Baraoi, Kalimantan Tengah. Pada 27 Agustus 2014, ia dan relawan lainnya berinisiatif untuk mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)  dan diberi nama Taman Baca Baraoi, sebuah perpustakaan mini yang lahir dari keprihatinannya terhadap minimnya akses buku bacaan di daerahnya.

Taman Baca Baraoi yang saat ini berada di bawah naungan Bambo Foundation ini, pertama kalinya bertempat di sebuah bangunan bekas bengkel yang hanya berukuran kurang lebih 1,5 x 2,5 m. Lokasinya persis berada di seberang kantor Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, Kalimantan Selatan.

Berawal dari niat sederhana, Jumani mulai mengumpulkan buku-buku bekas dari kerabat dan pendukung yang peduli. Dengan modal seadanya, ia mendirikan sebuah taman baca yang diberi nama Taman Baca Baraoi. Tempat ini bukan hanya sekadar perpustakaan kecil, melainkan ruang belajar dan bermain yang nyaman bagi anak-anak dan juga masyarakat desa. Di sana, mereka bisa membaca buku, belajar bersama, dan mengembangkan imajinasi mereka.

muhammad jumani taman baca baroi
Gambar: Instagram Tbmbaraoi


Selain menyediakan berbagai buku-buku bacaan yang bisa diakses oleh semua masyarakat Tumbang Baraoi dan sekitarnya, Taman Baca Baraoi juga memiliki beberapa program untuk mengembangkan masyarakat di sana. Seperti pelatihan komputer, pelatihan lifes skill, dan taman baca keliling. Dan beberapa kendala yang dihadapi terkait dengan listrik, ketersediaan dana untuk komputer, modul, mentor, honor, dan fasilitas lainnya.

Taman Baca Baraoi menjadi sebuah oase ilmu di tengah keterbatasan fasilitas. Dan mayoritas pembaca buku ini adalah anak-anak. Anak-anak dan masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses buku kini bisa menikmati berbagai bacaan, mulai dari cerita anak-anak hingga buku pelajaran. Muhammad Jumani juga sering mengadakan kegiatan membaca bersama dan pelatihan sederhana agar anak-anak semakin semangat belajar.

Melalui Taman Baca Baraoi, Muhammad Jumani membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dan kepedulian yang tulus. Ia mengingatkan kita semua bahwa akses terhadap pendidikan dan ilmu pengetahuan adalah hak setiap anak, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil. 

taman baca baraoi muhammad jumani
Sumber: https://www.tumbangbaraoi.com/2014/12/taman-bacaan-masyarakat-tumbang-baraoi.html


Dengan buku sebagai jendela dunia, Jumani membuka peluang dan harapan baru bagi anak-anak pedalaman Kalimantan untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Sebagai tenaga pendidik, ia mempunyai harapan besar untuk meningkatkan minat baca anak-anak dan masyarakat di daerahnya, agar pola pikir masyarakat semakin terbuka dan berkembang.

Muhammad Jumani, Taman Baca Baraoi, dan SATU Indonesia Awards

Perjuangan Jumani tidak mudah. Ia harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan dana, sulitnya pengiriman buku ke daerah terpencil, hingga minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca. Namun, dengan kegigihan dan dukungan komunitas lokal, taman baca ini terus berkembang dan menjadi sumber inspirasi bagi desa-desa lain di sekitar Kalimantan.

Kegigihan Muhammad Jumani dalam mendukung dan meningkatkan minat baca anak-anak dan masyarakat setempat di Desa Tumbang Baraoi, Kalimantan Selatan telah mengantarkannya untuk mendapatkan sebuah apresiasi luar biasa. Ia menjadi salah satu Penerima SATU (Semangat Astra Terpadu Untuk) Indonesia Award pada tahun 2017 dalam kategori Pendidikan.

SATU Indonesia Awards merupakan event tahunan untuk memberikan apresiasi penghargaan yang diberikan oleh Astra, untuk orang-orang yang mempunyai kontribusi besar di berbagai bidang. Mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, teknologi, sampai dengan kewirausahaan.

Apresiasi yang diberikan kepada para generasi muda Indonesia, baik individu maupun kelompok ini, melewati proses penilaian yang cukup panjang. Hanya merekalah yang sudah memberikan perubahan atau kepeloporan kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya.

Semoga dengan adanya SATU Indonesia Awards ini, semakin mendorong banyak generasi muda Indonesia yang berinisiatif untuk memberikan perubahan dalam banyak hal, termasuk dalam bidang pendidikan. Semoga semangat Muhammad Jumani dalam mendorong literasi dan minat baca masyarakat di wilayahnya, menjadi pemantik untuk kita terus berkontribusi terhadap kemajuan negeri.

Apresiasi ini memberikan harapan baru bagi Muhammad Jumani untuk mengenalkan Taman Baca Baraoi untuk lebih dikenal masyarakat lebih luas. karena hal ini dapat membuka peluang untuk mendapatkan donasi lebih banyak lagi, sehingga semakin banyak buku yang dapat dibaca oleh masyarakat dan tentunya semakin memperluas wawasan serta literasi warga di pedalaman Katingan.

#APA2025-PLM

Referensi:

https://www.tumbangbaraoi.com/2014/12/taman-bacaan-masyarakat-tumbang-baraoi.html

https://www.myedisi.com/kaltengpos/20240506/569186/bentuk-taman-baca-setelah-menemukan-satu-siswa-sma-belum-lancar-membaca

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/09/09/taman-baca-baraoi-buka-jendela-literasi-untuk-pedalaman-kalimantan

0 Comments