Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan ilmu dan menambah wawasan. Melalui buku, kita dapat mempelajari banyak hal, mulai dari pengetahuan umum, keterampilan baru, hingga pengalaman hidup dari berbagai sudut pandang. Namun, membaca di tempat yang sama setiap hari terkadang membuat rasa bosan muncul.
Karena itu, kita bisa mencoba suasana yang berbeda agar semangat membaca tetap terjaga. Salah satu cara yang sering kulakukan adalah pergi ke perpustakaan saat mulai bosan membaca di rumah. Suasana yang tenang, koleksi buku yang beragam, serta lingkungan yang nyaman membuatku lebih fokus dan semakin termotivasi untuk terus belajar setiap hari.
![]() |
| Foto: Dokumen pribadi |
Pergi ke Perpustakaan, Cara Aku Melihat Dunia
Belakangan ini, aktivitas harianku cukup padat. Selain harus menyelesaikan pekerjaan di depan laptop, aku juga tetap berusaha menyisihkan waktu untuk membaca dan melakukan berbagai aktivitas di luar rumah. Di tengah rutinitas tersebut, aku sudah memiliki satu agenda yang sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari, yaitu pergi ke Perpustakaan PU bersama seorang teman.
Perpustakaan PU menjadi salah satu tempat yang sudah lama ingin aku kunjungi. Selain karena koleksi dan suasananya, perpustakaan ini juga dikenal memiliki desain yang estetik dan nyaman untuk membaca. Aku dan teman sudah menentukan jadwal sejak jauh-jauh hari karena jadwal kami cukup sulit untuk disesuaikan. Jadi, ketika akhirnya menemukan waktu yang cocok, tentu saja aku tidak ingin rencana tersebut batal.
Sayangnya, beberapa hari sebelum jadwal kami bertemu, kondisi mataku mulai terasa kurang nyaman. Awalnya hanya terasa sepet dan sedikit kering. Aku masih berpikir mungkin hanya karena terlalu lama bekerja di depan laptop atau kurang beristirahat. Namun, semakin sering membaca dan menatap layar, rasa tidak nyaman tersebut mulai terasa lebih jelas. Dan lama-kelamaan muncul gejala mata kering seperti mata SePeLe yaitu mata SEpet, PErih, LElah, terutama ketika menatap layar gawai terlalu lama.
Mata mulai terasa perih dan cepat lelah. Inilah yang kemudian membuat aku mulai khawatir dengan rencana ke perpustakaan. Bagaimana mungkin aku bisa menikmati waktu membaca bersama teman kalau untuk membaca beberapa halaman saja mata sudah terasa tidak nyaman?
Gejala mata kering atau mata SePeLe, yaitu mata SEpet, PErih, LElah, ternyata cukup mengganggu aktivitas yang membutuhkan fokus. Padahal, membaca adalah salah satu kegiatan yang sangat aku sukai. Ketika mata terasa kering dan perih, konsentrasi ikut terganggu. Aku jadi lebih sering berhenti, mengurangi waktu membaca, bahkan merasa tidak nyaman ketika harus terlalu lama melihat tulisan.
Yang paling membuatku khawatir adalah kemungkinan harus membatalkan jadwal bersama teman. Bukan karena tidak ingin pergi, tetapi aku tidak ingin memaksakan kondisi mata yang sedang kurang baik. Apalagi jadwal ini sudah kami susun jauh-jauh hari dan cukup sulit mencari waktu lain yang sama-sama cocok. Rasanya sayang sekali kalau kesempatan tersebut harus terlewat hanya karena kondisi mata.
Dari pengalaman ini, aku semakin menyadari bahwa gejala mata kering jangan disepelein. Kondisi yang awalnya terasa sederhana ternyata bisa memengaruhi rencana dan aktivitas yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Bukan hanya pekerjaan di depan laptop atau membaca buku, tetapi juga momen bersama orang lain yang sudah lama dinantikan.
Untungnya, kondisi mataku kemudian kembali membaik setelah mendapatkan penanganan yang sesuai. Perlahan mata SEpet, PErih, LElah mulai berkurang sehingga aku bisa kembali beraktivitas dengan lebih nyaman. Aku pun akhirnya tetap bisa menjalankan rencana yang sudah dibuat bersama teman.
Hari yang kami tunggu akhirnya tiba. Aku bisa datang ke Perpustakaan PU dan menikmati suasana tempatnya yang estetik bersama teman tanpa harus terus memikirkan rasa tidak nyaman pada mata. Kami bisa menghabiskan waktu dengan membaca, melihat-lihat area perpustakaan, mengobrol, dan menikmati waktu bersama.
Pengalaman ini menjadi pengingat buat aku bahwa menjaga kesehatan mata perlu menjadi bagian dari rutinitas, terutama ketika aktivitas sehari-hari cukup banyak melibatkan laptop, membaca, dan penggunaan gadget. Jangan sampai gejala mata SePeLe baru diperhatikan ketika sudah mengganggu rencana penting.
Buat aku, perpustakaan bukan sekadar tempat membaca. Ada momen yang ingin dinikmati bersama teman, apalagi ketika jadwal bertemu sudah sulit disesuaikan. Karena itu, ketika mata mulai terasa SEpet, PErih, dan LElah, aku belajar untuk lebih memperhatikannya dan tidak memaksakan aktivitas.
Untungnya, kali ini semuanya berjalan sesuai rencana. Kondisi mata membaik dan agenda ke Perpustakaan PU bersama teman yang sudah lama kami nantikan tetap bisa terlaksana dengan baik. Dari sini aku semakin paham, mata SePeLe memang jangan disepelein karena kesehatan mata juga menentukan kenyamanan kita dalam menikmati berbagai momen penting.
![]() |
| Foto: Dokumen pribadi |
Pengalaman tersebut membuatku sadar bahwa aktivitas seperti bekerja di depan laptop, membaca dalam waktu lama, serta sering berada di luar ruangan dapat memengaruhi kesehatan mata. Kini aku berusaha lebih memperhatikan kondisi mata agar rutinitas membaca setiap hari tetap terasa nyaman.
Kenali Gejala Mata Kering dan Cara Mengobatinya
Setelah mengalaminya sendiri, aku memahami bahwa mata kering bukan sekadar rasa lelah biasa. Gejalanya dapat muncul ketika terlalu lama membaca, menatap layar komputer, berada di ruangan ber-AC, maupun setelah banyak beraktivitas di luar ruangan.
Berikut beberapa gejala mata kering yang sempat aku alami saat membaca di perpustakaan:
- Mata terasa tidak nyaman dan memicu rasa gatal. Rasa gatal yang disertai perih dapat muncul ketika permukaan mata mulai kehilangan kelembapannya.
- Aktivitas membaca menjadi kurang nyaman. Mata terasa lebih cepat sakit atau tidak nyaman saat membaca dalam waktu lama maupun ketika menggunakan lensa kontak.
- Seperti ada benda asing di dalam mata. Muncul sensasi mengganjal atau berpasir yang membuat mata terasa kurang nyaman setiap kali berkedip.
- Muncul sensasi panas pada mata. Mata dapat terasa seperti terbakar atau tersengat sehingga aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.
- Penglihatan terasa kurang tajam. Tulisan atau objek di depan mata tampak sedikit buram sehingga membutuhkan usaha lebih untuk melihat dengan jelas.
- Mata cepat kehilangan fokus. Setelah digunakan beberapa saat, mata terasa berat dan lebih cepat lelah sehingga konsentrasi ikut menurun.
- Bagian putih mata tampak kemerahan. Mata terlihat merah sebagai salah satu tanda bahwa mata sedang mengalami iritasi atau kekeringan.
- Air mata keluar lebih banyak dari biasanya. Meski terdengar bertolak belakang, mata kering justru dapat memicu produksi air mata berlebihan atau munculnya kotoran mata di area kelopak.
- Tidak nyaman saat terkena cahaya terang. Mata menjadi lebih silau dan sensitif ketika berada di bawah sinar matahari atau pencahayaan yang terlalu terang.
Agar gejala tersebut tidak semakin mengganggu, aku mulai menerapkan beberapa kebiasaan sederhana, seperti:
- Lebih sering berkedip saat membaca maupun bekerja di depan laptop agar permukaan mata tetap lembap.
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup setiap hari.
- Menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik.
- Mengatur pencahayaan ruang baca agar mata tidak bekerja terlalu keras.
- Memberikan waktu istirahat pada mata di sela-sela aktivitas membaca dalam waktu lama.
- Menggunakan obat tetes mata yang membantu menjaga kelembapan mata sesuai petunjuk penggunaan atau anjuran tenaga kesehatan, seperti Insto Dry Eyes.
Menurutku, menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kalau muncul gejala mata SePeLe jangan disepelein. Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan kebiasaan yang baik, kita tetap bisa menikmati aktivitas membaca tanpa terganggu mata yang terasa sepet, perih, maupun lelah.
Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelekan! Tetesin Insto Dry Eyes Aja
Karena gejala mata kering yang sering muncul, aku mulai mencari informasi mengenai solusi yang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada mata. Saat mencari referensi, aku menemukan Insto Dry Eyes obat tetes mata yang membantu meredakan gejala mata kering #BebasMataKering seperti mata SEpet, PErih, LElah.
Produk ini mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose yang berfungsi sebagai pelumas sekaligus pengganti air mata alami. Kandungan tersebut membantu menjaga kelembapan permukaan mata sehingga gejala mata kering dapat berkurang.
![]() |
| Foto: Dokumen pribadi |
Selain itu, terdapat kandungan Benzalkonium Chloride yang berfungsi sebagai bahan pengawet untuk menjaga kualitas produk sesuai aturan pemakaian. Dengan kemasan berukuran 7,5 ml, Insto Dry Eyes juga praktis dibawa ke mana saja sehingga mudah digunakan ketika mata mulai terasa tidak nyaman, baik saat bekerja, bepergian, maupun ketika sedang membaca di perpustakaan.
Kini aku semakin sadar bahwa kesehatan mata tidak boleh diabaikan. Jika mulai muncul gejala mata kering seperti mata SEpet, PErih, LElah, sebaiknya jangan menunggu hingga aktivitas terganggu. Terlebih jika keseharian kita dipenuhi aktivitas membaca, bekerja di depan komputer, atau sering berada di luar ruangan.
Mulai sekarang, kalau muncul gejala mata SePeLe jangan disepelein #MataSePeLeJanganSepelein, segera tetesin Insto Dry Eyes #InstoDryEyes agar mata kembali terasa nyaman. Dengan begitu, aku bisa kembali fokus membaca buku di perpustakaan kapanpun kita berkunjung menyerap ilmu dengan lebih maksimal, dan menjalani aktivitas tanpa gangguan mata kering. Buat kamu yang mengalami mata SePele jangan disepelein, tetesin Insto Dry Eyes aja, dijamin gejala mata kering bakal cepet pulih
Referensi:
https://www.halodoc.com/artikel/ciri-ciri-mata-kering-kenali-sensasi-tak-nyaman-ini
https://www.rspondokindah.co.id/id/news/sindrom-mata-kering-gejala-penyebab-penanganan





0 Comments